Prosedur – Prosedur Audit
Prosedur Audit adalah tindakan yang di lakukan atau metode dan taknik yang digunakan oleh auditor untuk mendapatkan atau mengevaluasi bukti audit.
Jenis – Jenis Prosedur Audit
• Prosedur Analitis
Terdiri dari kegiatan yang mempelajari dan membandingkan data yang memiliki hubungan.Prosedur analitis mengahsilkan bukti analitis.
• Menginspeksi
Meliputi kegiatan pemeriksaan secara teliti atau pemeriksaan secara mendalam atas dokumen catatan atau pemeriksaan fisik atas sumber-sumber berwujud. Dengan cara ini auditor dapat membuktikan keaslian suatu dokumen.
• Mengkonfirmasi
Adalah suatu bentuk pengajuan pertanyaan yang memungkinkan auditor untuk mendapatkan informasi langsung dari sumber independent dari luar perusahaan.
• Mengajukan pertanyaan
Hal ini bisa dilakukan secar lesan ataupun tertulis.Pertanyaan bisa dilakukan kepada sumber intern pada perusahaan klien atau pada pihak luar.
• Menghitung
Penerapan prosedur menghitung yang paling umum dilakukan adalah
1.melakukan perhitungan fisik atas barang-barang berwujud
2.menghitung dokumen bernomor tercetak
Tindaka yang pertama dimaksudkan untuk mengevaluasi bukti fisik dari jumlah yang ada di tangan sedangkan yang kedua merupakan cara untuk mengevaluasi bukti dokumen khususnya yang berkaitan dengan kelengkapan catatan akuntansi.
• Menelusur
Yang biasa dilakukan adalah :
1. memilih dokumen yang di buat pada saat transaksi terjadi
2. menentukan bahwa dokumen pada transaksi tersebut telah dicatat dengan tepat dalam catatan akuntansi.
• Mencocokkan ke dokumen
Kegiatannya meliputi :
1. memilih ayat jurnal tertentu dalam catatan akuntansi
2. mendapatkan dan menginspeksi dokumen tanyg menjadi dasar pembuatan ayat jurnal tersebut untuk menentukan validasi dan ketelitian transaksi yang dicatat.
• Mengamati
Aktivitas ini merupakan kegiatan rutin dari suatu tipe transaksi.
• Melakukan ulang
Auditor juga bisa melakukan ulang beberapa aspek dalam proses transaksi tertentu untuk memastikan bahwa proses yang telah dilakukan klien sesuai dengan prosedur dan kebijakan pengendalian yang telah di tetapkan.
• Teknik audit berbantu computer
Penggolongan prosedur audit
• Prosedur untuk mendapatkan pemahaman
• Pengajuan pengendalian
• Pengujian subtantif
Terdiri dari
1. prosedur analitis
2. pengujian detil transaksi
3. pengujian detil saldo-saldo
KERTAS KERJA
Fungsi kertas kerja :
• menyediakan penunjang utama bagi laporan audit
• membantu auditor dalam melaksanakan dan mensupervisi audit
• menjadi bukti bahwa audit telah di laksanakan sesuai dengan standar auditing
Jenis kertas kerja
• daftar saldo pemeriksaan
hal ini menjadi penting karena :
1. merupakan penghubung antar rekening buku besar klien dengan pos yang dilaporkan dalam laporan keuangan.
2. merupakan pengontrol atas kertas kerja yang lain
3. memberi petunjuk pada kertas kerja yang mana dimuat bukti audit untuk setiap pos laporan keuangan.
• Daftar dan analisis
• Memo audit dan informasi penguat
Adalah data tertulis yang di buat auditor dalam bentuk uraian. Memo bisa berupa komentar atas pelaksanaan prosedur audit dan kesimpulan yang di capai. Sedang informasi penguat terdiri dari :
1. ringkasan atau intisari notulen rapat dewan komisaris
2. jawaban konfirmasi
3. representasi tertulis dari manajemen dan ahli dari luar
4. salinan kontrak politik
• jurnal penyesuaian dan reklasifikasi
adalah koreksi atas kekeliruan, penghilangan atau kesalahan penerapan prinsip akuntansi yang dilakukan oleh klien. Jurnal reklasifikasi berkaitan dengan penyajian saldo yang benar dalam laporan keuangan secara baik.
Pembuatan kertas kerja
Beberapa teknik penting yang harus diperhatikan dalam pembuatan kertas kerja :
1. judul
2. nomor indek
3. referensi silang
4. tanda pengerjaan
5. tanda tangan dan tanggal
Review kertas kerja
review dilakukan oleh pengawas langsung dari si pembuat kertas kerja. Hal ini dilakukan apabila pekerjaan telah selesai dikerjakan, review di tekankan pada pekerjaan apa yang dilakukan, bukti yang di peroleh, dan kesimpulan yang di capai oleh pembuat kertas kerja.
Pengarsipan kertas kerja
Hal-hal yang biasa dimasukkan dalam arsip permanent :
1. salinan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga perusahaan
2. kode rekening dan buku pedoman prosedur
3. bagan organisasi
4. tata letak pabrik,prosesproduksi dan produk utama
5. ketentuan penerbitan saham dan obligasi
6. salinan kontrak jangka panjang
7. daftar rencana dep aktiva dan amortisasi utang jangka panjang
8. ringkasan prinsip akuntansi yang di gunakan oleh klien
Pemilik dan Penympanan kertas kerja
Kertas kerja adaah milim auditor. Kertas kerja di simpan oleh auditor dan ia bertanggung jawab dalam keamanan dan kerahasiaannya.
Rabu, 12 Januari 2011
Kamis, 24 Desember 2009
Perbedaan cara pandang audit tradisional dan audit baru
TRADITIONAL
* Budaya saling menyalahkan
* Kami melawan mereka
* Saya temukan kesalahan Anda
BARU
* Audit yang berkesinambungan merupakan pendukung Perbaikan berkesinambungan
* Mengevaluasi ketidaksesuaian adalah umpan balik yang terbaik untuk perencanaan selanjutnya
* Budaya saling menyalahkan
* Kami melawan mereka
* Saya temukan kesalahan Anda
BARU
* Audit yang berkesinambungan merupakan pendukung Perbaikan berkesinambungan
* Mengevaluasi ketidaksesuaian adalah umpan balik yang terbaik untuk perencanaan selanjutnya
Implementasi 5S
PENDAHULUAN
Tujuan
Tujuan utama yang melatar-belakangi implementasi program 5S ini terkait dengan 4M sumber daya manusia (4M: Manusia, Mesin, Metode, dan Material). Program 5S merupakan satu alat yang efektif untuk meningkatkan kebiasaan positif para pekerja, karena program ini terbukti efektif, dalam mengurangi biaya produksi, waktu lead time yang lebih pendek, output yang berkualitas dan mengurangi timbulnya kecelakaan dengan adanya kondisi kerja yang lebih baik.
Definisi 5S
Definisi yang luas dari 5S adalah memanfaatkan tempat kerja (yang mencakup peralatan, dokumen, bangunan dan ruang) untuk melatih kebiasaan para pekerja dalam usaha meningkatkan disiplin kerja yang dimulai dengan S1-Ringkas-Pemilahan (Seiri), S2-Rapi-Penataan (Seiton), S3-Resik-Pembersihan (Seiso), S4-Rawat-Pemantapan (Seiketsu). S1, S2 dan S3 dimulai pada saat bersamaan yang sesuai dengan prosedur standard yang ditetapkan pada S4. Apabila karyawan telah memenuhi seluruh kegiatan tersebut di atas, maka ia telah memperoleh status S5-Rajin-Disiplin (Shitsuke) atau telah ikut serta sepenuhnya dalam pengembangan kebiasaan-kebiasaan kerja yang baik sesuai aturan yang ditetapkan.
Prosedur Pelaksanaan Program 5S
Sebelum mengimplementasikan program 5S ini kita harus melakukan berbagai persiapan (sama seperti memulai kegiatan lainnya), jika tidak demikian berbagai masalah bisa saja muncul kemudian dalam proses implementasinya sehingga dapat menghilangkan motivasi karyawan dan menyebabkan seluruh proses terhenti. Prosedur persiapan terbagi dalam tahapan :
* Menetapkan Sasaran dan Tanggung jawab pada struktur Manajemen
* Pembagian Area Tanggungjawab
* Penyusunan Buku Pedoman
* Pembelajaran
* Persiapan Papan 5 S
Tahapan – tahapan persiapan 5 S akan dibahas di bawah ini.
Menetapkan sasaran dan tanggungjawab pada struktur Manajemen.
Dalam mengelola organisasi, sasaran untuk setiap misi harus ditetapkan oleh pemangku jabatan tertinggi dalam organisasi tersebut. Selain itu pendelegasian tanggungjawab bagi masing-masing anggota organisasi ditetapkan sejelas-jelasnya dan setepat mungkin sebagaimana terlihat dalam diagram pada lampiran 1
Peran dan tanggungjawab masing-masing fungsi:
* Administrator
o Menerbitkan Kebijakan Tahunan 5S
o Berpartisipasi pada ‘Company Big Cleaning Day’.
o Ikut serta dalam 5S Top Management Audit.
o Men-support dan mempromosikan aktivitas 5S
* Promotor
o Bertanggungjawab terhadap progress aktivitas 5S pada departemen-departemen yang dipimpinnya.
o Berpartisipasi pada ‘Company Big Cleaning Day’.
o Menjadi Auditor pada saat Top Management Audit.
o Mempersiapkan Laporan Bulanan Progress 5S Departemen.
* Facilitator
o Bertanggungjawab terhadap progress aktivitas 5S pada section yang dipimpinnya.
o Berpartisipasi pada ‘Company Big Cleaning Day’.
o Ikut dalam Audit 5S Mandiri bersama ‘Small Group’ pada section-nya.
o Mempersiapkan Laporan Bulanan Progress 5S Section.
* Kelompok 5 S
o Mengimplementasikan aktivitas 5S.
o Berpartisipasi pada 5S Big Cleaning di departemennya.
o Menjadi Auditor pada saat 5S Mandiri.
Pembagian area tanggungjawab.
Pembagian area tanggungjawab untuk kegiatan 5S ini berdasarkan pada struktur organisasi yang ada. Seluruh bagian organisasi akan bertanggungjawab pada suatu area tertentu dengan mempertimbangkan area kerja masing-masing departemen sampai dengan masing-masing personel. Contoh pembagian area tanggungjawab dapat dilihat pada Lampiran 2
Penyusunan buku pedoman.
Buku pedoman 5S yang disusun haruslah sesuai dan sejalan dengan bisnis yang dilakukan. Buku pedoman ini menyediakan instruksi pemecahan permasalahan di tempat kerja, juga untuk setiap masalah yang tak terprediksi sebelumnya. Berikut langkah perbaikan yang harus diambil yang bisa dijadikan referensi bagi para pengguna buku ini. Buku panduan ini akan direview setia 6 bulan dan dilakukan revisi seperlunya berdasarkan review yang dilakukan.
Pembelajaran.
Pelaksanaan pembelajaran ini terbagi di dalam tiga bagian sebagai berikut:
*
o Pelatihan – dalam hal ini diperlukan kejelasan tentang kebutuhan pelatihan bagi karyawan. Pelatihan idealnya diselesaikan sebelum Kick-Off dimulai. Sebaiknya dilakukan ‘pra-test’ dan ‘pasca-test’ bagi para karyawan, dan hasil tes tersebut harus disimpan dengan baik untuk keperluan referensi di kemudian hari.
o Kunjungan – kunjungan ke lokasi atau perusahaan lain yang sudah sukses menerapkan 5S akan amat membantu mengungkapkan ide pengimplementasian program 5S yang sesuai dengan tempat kerja masing-masing. Kepala Departemen mengatur kunjungan ini bersama para supervisor dan staffnya.
o Promosi – pada kegiatan promosi ini ada dua hal utama yang ingin dicapai, yaitu pembelajaran 5S dan upaya untuk mendorong karyawan agar mengerti arti penting dari implementasi 5S. Pencapaiannya tergantung dari keefektifan berbagai sarana yang digunakan seperti poster, spanduk, logo, baju dengan cetakan 5S, kompetisi slogan, gambar dan pameran.
5S Activity Board (Papan Informasi 5S).
Ada 3 prinsip utama dalam penyajian Papan 5S ini:
*
o
+ Penetapan tanggungjawab secara jelas.
+ Melihat progress yang sudah dicapai oleh setiap kelompok.
+ Kejelasan tentang rencana bulanan yang membuat hasil akhirnya lebih mudah terlihat.
Setiap satu kelompok 5S dipimpin oleh seorang Group Leader, di mana kinerja kelompoknya dipresentasikan dalam satu Papan 5S (5S Board). Kelompok ini melakukan ‘updating’ goal yang ditetapkan setiap bulannya, sebagai mana terindikasi pada jadwal kerja tahunan. Informasi pada Papan 5S berupa aktivitas yang dilakukan, hasil audit serta foto-foto sebelum dan setelah perbaikan.
Big Cleaning Day
Aktivitas Big Cleaning Day ini diperlukan sebagai titik awal atau titik balik implementasi 5S yang terdiri dari penerapan S1, S2 dan S3 secara bersamaan yaitu merapikan tempat kerja atau meja kerja, menyortir alat, menyapu dan membersihkan tempat kerja. Disarankan agar prosedur ini dilakukan setiap tahun atau setiap 6 bulan sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Jika mungkin, selama satu hari penuh dapat dimanfaatkan untuk melakukan pembersihan dengan menghentikan semua kegiatan beban kerja normal dan menjadikannya hari yang penting bagi organisasi dengan kerja sama semua staf, mulai dari eksekutif berkedudukan tinggi sehingga staf biasa. Dalam melakukan pembersihan massal ini kita harus mencatat beberapa hal sebagai berikut:
1. Banyaknya staf yang ikut serta dalam kegiatan pembersihan (dalam rupiah).
2. Banyaknya sampah yang telah dibersihkan (dalam kg).
3. Jumlah perolehan tunai dari kelanjutan aktivitas menjual sampah (dalam Rp).
4. Jumlah uang yang digunakan dalam kegiatan Big Cleaning Day (dalam Rp).
Kick Off
Kick Off bertujuan untuk menyatakan komitmen dan janji satu sama lain antar departemen dan semua organisasi, bahwa masing-masing karyawan akan turut berpartisipasi dalam melaksanakan dan mensukseskan implementasi 5S.
Tujuan
Tujuan utama yang melatar-belakangi implementasi program 5S ini terkait dengan 4M sumber daya manusia (4M: Manusia, Mesin, Metode, dan Material). Program 5S merupakan satu alat yang efektif untuk meningkatkan kebiasaan positif para pekerja, karena program ini terbukti efektif, dalam mengurangi biaya produksi, waktu lead time yang lebih pendek, output yang berkualitas dan mengurangi timbulnya kecelakaan dengan adanya kondisi kerja yang lebih baik.
Definisi 5S
Definisi yang luas dari 5S adalah memanfaatkan tempat kerja (yang mencakup peralatan, dokumen, bangunan dan ruang) untuk melatih kebiasaan para pekerja dalam usaha meningkatkan disiplin kerja yang dimulai dengan S1-Ringkas-Pemilahan (Seiri), S2-Rapi-Penataan (Seiton), S3-Resik-Pembersihan (Seiso), S4-Rawat-Pemantapan (Seiketsu). S1, S2 dan S3 dimulai pada saat bersamaan yang sesuai dengan prosedur standard yang ditetapkan pada S4. Apabila karyawan telah memenuhi seluruh kegiatan tersebut di atas, maka ia telah memperoleh status S5-Rajin-Disiplin (Shitsuke) atau telah ikut serta sepenuhnya dalam pengembangan kebiasaan-kebiasaan kerja yang baik sesuai aturan yang ditetapkan.
Prosedur Pelaksanaan Program 5S
Sebelum mengimplementasikan program 5S ini kita harus melakukan berbagai persiapan (sama seperti memulai kegiatan lainnya), jika tidak demikian berbagai masalah bisa saja muncul kemudian dalam proses implementasinya sehingga dapat menghilangkan motivasi karyawan dan menyebabkan seluruh proses terhenti. Prosedur persiapan terbagi dalam tahapan :
* Menetapkan Sasaran dan Tanggung jawab pada struktur Manajemen
* Pembagian Area Tanggungjawab
* Penyusunan Buku Pedoman
* Pembelajaran
* Persiapan Papan 5 S
Tahapan – tahapan persiapan 5 S akan dibahas di bawah ini.
Menetapkan sasaran dan tanggungjawab pada struktur Manajemen.
Dalam mengelola organisasi, sasaran untuk setiap misi harus ditetapkan oleh pemangku jabatan tertinggi dalam organisasi tersebut. Selain itu pendelegasian tanggungjawab bagi masing-masing anggota organisasi ditetapkan sejelas-jelasnya dan setepat mungkin sebagaimana terlihat dalam diagram pada lampiran 1
Peran dan tanggungjawab masing-masing fungsi:
* Administrator
o Menerbitkan Kebijakan Tahunan 5S
o Berpartisipasi pada ‘Company Big Cleaning Day’.
o Ikut serta dalam 5S Top Management Audit.
o Men-support dan mempromosikan aktivitas 5S
* Promotor
o Bertanggungjawab terhadap progress aktivitas 5S pada departemen-departemen yang dipimpinnya.
o Berpartisipasi pada ‘Company Big Cleaning Day’.
o Menjadi Auditor pada saat Top Management Audit.
o Mempersiapkan Laporan Bulanan Progress 5S Departemen.
* Facilitator
o Bertanggungjawab terhadap progress aktivitas 5S pada section yang dipimpinnya.
o Berpartisipasi pada ‘Company Big Cleaning Day’.
o Ikut dalam Audit 5S Mandiri bersama ‘Small Group’ pada section-nya.
o Mempersiapkan Laporan Bulanan Progress 5S Section.
* Kelompok 5 S
o Mengimplementasikan aktivitas 5S.
o Berpartisipasi pada 5S Big Cleaning di departemennya.
o Menjadi Auditor pada saat 5S Mandiri.
Pembagian area tanggungjawab.
Pembagian area tanggungjawab untuk kegiatan 5S ini berdasarkan pada struktur organisasi yang ada. Seluruh bagian organisasi akan bertanggungjawab pada suatu area tertentu dengan mempertimbangkan area kerja masing-masing departemen sampai dengan masing-masing personel. Contoh pembagian area tanggungjawab dapat dilihat pada Lampiran 2
Penyusunan buku pedoman.
Buku pedoman 5S yang disusun haruslah sesuai dan sejalan dengan bisnis yang dilakukan. Buku pedoman ini menyediakan instruksi pemecahan permasalahan di tempat kerja, juga untuk setiap masalah yang tak terprediksi sebelumnya. Berikut langkah perbaikan yang harus diambil yang bisa dijadikan referensi bagi para pengguna buku ini. Buku panduan ini akan direview setia 6 bulan dan dilakukan revisi seperlunya berdasarkan review yang dilakukan.
Pembelajaran.
Pelaksanaan pembelajaran ini terbagi di dalam tiga bagian sebagai berikut:
*
o Pelatihan – dalam hal ini diperlukan kejelasan tentang kebutuhan pelatihan bagi karyawan. Pelatihan idealnya diselesaikan sebelum Kick-Off dimulai. Sebaiknya dilakukan ‘pra-test’ dan ‘pasca-test’ bagi para karyawan, dan hasil tes tersebut harus disimpan dengan baik untuk keperluan referensi di kemudian hari.
o Kunjungan – kunjungan ke lokasi atau perusahaan lain yang sudah sukses menerapkan 5S akan amat membantu mengungkapkan ide pengimplementasian program 5S yang sesuai dengan tempat kerja masing-masing. Kepala Departemen mengatur kunjungan ini bersama para supervisor dan staffnya.
o Promosi – pada kegiatan promosi ini ada dua hal utama yang ingin dicapai, yaitu pembelajaran 5S dan upaya untuk mendorong karyawan agar mengerti arti penting dari implementasi 5S. Pencapaiannya tergantung dari keefektifan berbagai sarana yang digunakan seperti poster, spanduk, logo, baju dengan cetakan 5S, kompetisi slogan, gambar dan pameran.
5S Activity Board (Papan Informasi 5S).
Ada 3 prinsip utama dalam penyajian Papan 5S ini:
*
o
+ Penetapan tanggungjawab secara jelas.
+ Melihat progress yang sudah dicapai oleh setiap kelompok.
+ Kejelasan tentang rencana bulanan yang membuat hasil akhirnya lebih mudah terlihat.
Setiap satu kelompok 5S dipimpin oleh seorang Group Leader, di mana kinerja kelompoknya dipresentasikan dalam satu Papan 5S (5S Board). Kelompok ini melakukan ‘updating’ goal yang ditetapkan setiap bulannya, sebagai mana terindikasi pada jadwal kerja tahunan. Informasi pada Papan 5S berupa aktivitas yang dilakukan, hasil audit serta foto-foto sebelum dan setelah perbaikan.
Big Cleaning Day
Aktivitas Big Cleaning Day ini diperlukan sebagai titik awal atau titik balik implementasi 5S yang terdiri dari penerapan S1, S2 dan S3 secara bersamaan yaitu merapikan tempat kerja atau meja kerja, menyortir alat, menyapu dan membersihkan tempat kerja. Disarankan agar prosedur ini dilakukan setiap tahun atau setiap 6 bulan sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Jika mungkin, selama satu hari penuh dapat dimanfaatkan untuk melakukan pembersihan dengan menghentikan semua kegiatan beban kerja normal dan menjadikannya hari yang penting bagi organisasi dengan kerja sama semua staf, mulai dari eksekutif berkedudukan tinggi sehingga staf biasa. Dalam melakukan pembersihan massal ini kita harus mencatat beberapa hal sebagai berikut:
1. Banyaknya staf yang ikut serta dalam kegiatan pembersihan (dalam rupiah).
2. Banyaknya sampah yang telah dibersihkan (dalam kg).
3. Jumlah perolehan tunai dari kelanjutan aktivitas menjual sampah (dalam Rp).
4. Jumlah uang yang digunakan dalam kegiatan Big Cleaning Day (dalam Rp).
Kick Off
Kick Off bertujuan untuk menyatakan komitmen dan janji satu sama lain antar departemen dan semua organisasi, bahwa masing-masing karyawan akan turut berpartisipasi dalam melaksanakan dan mensukseskan implementasi 5S.
KONSEP KERJA AUDITOR
Sasaran
* Memahami Peran dan Manfaat Audit dalam Penerapan 5S
* Memahami langkah-langkah penerapan 5 S di perusahaan
* Mempersiapkan Penerapan audit 5 S di perusahaan
Garis Besar
* Konsep 5S, definisi, aktivitas dan sasaran
* Langkah-langkah Audit Penerapan 5 S di perusahaan
* Alat bantu audit
* Role play
Peraturan Dasar
1. Tidak pernah menantang orang secara personal
2. Selalu mempresentasikan fakta & Pandangan yang adil
3. Menemukan apa yang salah bukan siapa yang salah
4. Menggunakan metode yang sistematis
5. Fokus pada aktivitas Audit
6. Mencari tahu pemahaman Auditee, bukan Auditor
7. Selalu mempersiapkan diri
8. Selalu membantu Auditee
9. Selalu mendefinisikan dari sasaran kegiatan Audit
10. Komunikasikan secara efektif kepada Auditee
11. Menunjukkan sumber masalah pada masalah yang ditemukan
12. Selalu menindaklanjuti permohonan tindakan korektif
* Memahami Peran dan Manfaat Audit dalam Penerapan 5S
* Memahami langkah-langkah penerapan 5 S di perusahaan
* Mempersiapkan Penerapan audit 5 S di perusahaan
Garis Besar
* Konsep 5S, definisi, aktivitas dan sasaran
* Langkah-langkah Audit Penerapan 5 S di perusahaan
* Alat bantu audit
* Role play
Peraturan Dasar
1. Tidak pernah menantang orang secara personal
2. Selalu mempresentasikan fakta & Pandangan yang adil
3. Menemukan apa yang salah bukan siapa yang salah
4. Menggunakan metode yang sistematis
5. Fokus pada aktivitas Audit
6. Mencari tahu pemahaman Auditee, bukan Auditor
7. Selalu mempersiapkan diri
8. Selalu membantu Auditee
9. Selalu mendefinisikan dari sasaran kegiatan Audit
10. Komunikasikan secara efektif kepada Auditee
11. Menunjukkan sumber masalah pada masalah yang ditemukan
12. Selalu menindaklanjuti permohonan tindakan korektif
JENIS AUDITOR
Auditor di Kantor Akuntan Publik (KAP)
Bertanggungjawab pada audit atas Laporan Keuangan Historis yang dipublikasikan di bursa saham
Auditor Eksternal/Auditor Independen
Auditor di kantor pemerintah (BPK)
Auditor Pajak
Mengaudit PPh WP apakah telah sesuai dengan UU
Merupakan jenis Audit Kepatuhan
Auditor Intern
Bekerja pada masing-masing perusahaan untuk melakukan audit bagi manajemen
Harus independen terhadap lini fungsi dalam suatu organisasi
Tidak independen terhadap organisasi sepanjang masih terdapat hubungan antara perusahaan dan karyawan
Sertifikasi Auditor Intern
Bertanggungjawab pada audit atas Laporan Keuangan Historis yang dipublikasikan di bursa saham
Auditor Eksternal/Auditor Independen
Auditor di kantor pemerintah (BPK)
Auditor Pajak
Mengaudit PPh WP apakah telah sesuai dengan UU
Merupakan jenis Audit Kepatuhan
Auditor Intern
Bekerja pada masing-masing perusahaan untuk melakukan audit bagi manajemen
Harus independen terhadap lini fungsi dalam suatu organisasi
Tidak independen terhadap organisasi sepanjang masih terdapat hubungan antara perusahaan dan karyawan
Sertifikasi Auditor Intern
TIPE AUDIT
Audit Operasional
Tinjauan atas bagian tertentu dari prosedur serta metode operasional organisasi tertentu
Tujuan : Mengevaluasi efesiensi serta efektivitas prosedur serta metode yang digunakan
Hasil akhir : rekomendasi
Audit Kepatuhan
Tujuan : Menentukan apakah klien (auditee) telah mengikuti prosedur, tata cara, serta peraturan yang dibuat oleh otoritas yang lebih tinggi
Audit atas Laporan Keuangan
Untuk menentukan apakah seluruh laporan keuangan (informasi yang diuji) telah sesuai dengan kriteria tertentu (PSAK)
Tinjauan atas bagian tertentu dari prosedur serta metode operasional organisasi tertentu
Tujuan : Mengevaluasi efesiensi serta efektivitas prosedur serta metode yang digunakan
Hasil akhir : rekomendasi
Audit Kepatuhan
Tujuan : Menentukan apakah klien (auditee) telah mengikuti prosedur, tata cara, serta peraturan yang dibuat oleh otoritas yang lebih tinggi
Audit atas Laporan Keuangan
Untuk menentukan apakah seluruh laporan keuangan (informasi yang diuji) telah sesuai dengan kriteria tertentu (PSAK)
Langganan:
Postingan (Atom)